APLIKASI EKSTRAK Azolla microphylla DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis gueneensis Jacq) DI MAIN NURSERY
Asra, Riki
Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) saat ini merupakan salah
komoditas perkebunan yang menjadi unggulan di Indonesia. Pada tahap
pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit memerlukan unsur hara nitrogen
yang biasa diberikan melalui pemupukan. Pupuk yang umum digunakan adalah
urea. Pengguanaan urea yang berlebihan mengakibatkan tanah menjadi rusak dan
akhirnya menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Melihat
permasalahan ini perlu dilakukan alternatif untuk mengurangi pemberian pupuk
urea dengan pemberian pupuk organik Ekstrak Azolla microphylla. Ekstrak
Azolla microphylla memiliki kelebihan di bandingkan dengan pupuk padat, karena
Proses penyerapan unsur hara yang terjadi pada tanaman lebih cepat serta ekstrak
Azolla microphylla memiliki kandungan N yang cukup tinggi. Penelitian ini
bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi dan mendapatkan dosis ekstrak Azolla
microphylla yang baik dalam mengefisiensi urea terhadap pertumbuhan bibit
kelapa sawit (Elaeis gueneensis jacq) di main nursery.
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian
Universitas Lancang Kuning Jl. Yos Sudarso. KM.8 Rumbai, Pekanbaru, Riau
selama tiga bulan mulai dari bulan Oktober 2018 sampai bulan Februari 2019.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan taraf perlakuan ekstrak Azolla
mycrophylla yang terdiri dari 5 taraf 4 ulangan, sehingga didapat 20 plot unit
percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 4 tanaman 3 tanaman dijadikan
sampel, sehingga didapatkan 80 tanaman. Masing-masing perlakuan adalah:
S0=tanpa pemberian ekstrak Azolla mycrophylla dan tanpa Urea; S1=60ml Ekstrak
Azolla mycrophylla/liter air/plot dan 2g Urea/polybag;S2=120ml Ekstrak Azolla
mycrophylla/liter air/plot dan 1,5g Urea/polybag;S3=180ml Ekstrak Azolla
mycrophylla/liter air/plot dan 1g Urea/polybag;S4=240 ml Ekstrak Azolla
mycrophylla /liter air/plot dan 0,5g Urea/polybag. Parameter yang diamati adalah:
tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Azolla mycrophylla dan urea
berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan yaitu tinngi tanaman,
diameter batang, jumlah daun, dan luas daun. Perlakuan S4 (240 ml Ekstrak Azolla
mycrophylla /liter air/plot dan 0,5g Urea/polybag) memberikan hasil terbaik.
komoditas perkebunan yang menjadi unggulan di Indonesia. Pada tahap
pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit memerlukan unsur hara nitrogen
yang biasa diberikan melalui pemupukan. Pupuk yang umum digunakan adalah
urea. Pengguanaan urea yang berlebihan mengakibatkan tanah menjadi rusak dan
akhirnya menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Melihat
permasalahan ini perlu dilakukan alternatif untuk mengurangi pemberian pupuk
urea dengan pemberian pupuk organik Ekstrak Azolla microphylla. Ekstrak
Azolla microphylla memiliki kelebihan di bandingkan dengan pupuk padat, karena
Proses penyerapan unsur hara yang terjadi pada tanaman lebih cepat serta ekstrak
Azolla microphylla memiliki kandungan N yang cukup tinggi. Penelitian ini
bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi dan mendapatkan dosis ekstrak Azolla
microphylla yang baik dalam mengefisiensi urea terhadap pertumbuhan bibit
kelapa sawit (Elaeis gueneensis jacq) di main nursery.
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian
Universitas Lancang Kuning Jl. Yos Sudarso. KM.8 Rumbai, Pekanbaru, Riau
selama tiga bulan mulai dari bulan Oktober 2018 sampai bulan Februari 2019.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan taraf perlakuan ekstrak Azolla
mycrophylla yang terdiri dari 5 taraf 4 ulangan, sehingga didapat 20 plot unit
percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 4 tanaman 3 tanaman dijadikan
sampel, sehingga didapatkan 80 tanaman. Masing-masing perlakuan adalah:
S0=tanpa pemberian ekstrak Azolla mycrophylla dan tanpa Urea; S1=60ml Ekstrak
Azolla mycrophylla/liter air/plot dan 2g Urea/polybag;S2=120ml Ekstrak Azolla
mycrophylla/liter air/plot dan 1,5g Urea/polybag;S3=180ml Ekstrak Azolla
mycrophylla/liter air/plot dan 1g Urea/polybag;S4=240 ml Ekstrak Azolla
mycrophylla /liter air/plot dan 0,5g Urea/polybag. Parameter yang diamati adalah:
tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Azolla mycrophylla dan urea
berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan yaitu tinngi tanaman,
diameter batang, jumlah daun, dan luas daun. Perlakuan S4 (240 ml Ekstrak Azolla
mycrophylla /liter air/plot dan 0,5g Urea/polybag) memberikan hasil terbaik.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-09T04:22:01Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah